Wind Farm : Si Ladang Angin atau Kebun Angin atau PLTB Penghasil Listrik

Mendapatkan jagung, kedelai dari ladang atau kebun adalah hal biasa didapat dari yang namanya ladang. Tetapi, apa yang didapat dari sebuah ladang angin atau kebun angin?

Jawabannya, LISTRIK.

Istilah ladang atau kebun angin berasal dari istilah bahasa Inggris “wind farm” yang diterjemahkan sebagai ladang angin (wind = angin, farm = ladang/kebun). Istilah resmi dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin.

Hadirnya Ladang Angin adalah sebuah usaha umat manusia menyikapi semakin menipisnya persediaan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi. Juga, sebagai salah satu jalan untuk menemukan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Bentuknya memang berupa “ladang” atau “kebun” hanya isinya bukan berupa tanaman, tetapi berupa kincir angin yang sudah dikenal sejak zaman dulu.

Kincir-kincir tersebut berukuran raksasa dimana kincirnya bisa mencapai tinggi 65 hingga 100 meter dan diameter rotor kincir anginnya yang terbesar MHI Vestas di Inggris memiliki diameter hingga 165 Meter.

Sebuah turbin angin bisa menghasilkan energi listrik mencapai 7 Megawatt listrik.

Salah satu wind farm, atau ladang angin (PLTB) terbesar di dunia adalah Gansu Wind Farm yang berlokasi di Propinsi Gansu, Cina. Kebun angin ini hingga tahun 2015 mampu memproduksi 12,710 Megawatt listrik. PLTB ini ditargetkan akan menghasilkan listrik sebesar 20,000 MW di tahun 2020.

Indonesia sendiri mulai membangun ladang angin, yaitu PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan. PLTB ini ditargetkan mampu memproduksi 70 MW listrik. Di dalamnya akan terdapat paling tidak 30 buah turbin raksasa penghasil turbin. PLTB ini mulai dikerjakan di tahun 2017 dan diharapkan bisa beroperasi tahun 2018.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post