Tragedi Tanker Exxon Valdez : Bukan Hanya Ratusan Ribu Burung Laut Korbannya

Tahun 2019 ini, banyak media massa di seluruh dunia menayangkan sebuah ulasan untuk memperingati 30 tahun  peristiwa yang akan sulit dhilangkan dari catatan sejarah. Sebuah peristiwa ini merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar “hasil karya” manusia dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang tak terhingga.

Tragedi Exxon Valdez.

Apa itu Exxon Valdez ?

Exxon Valdez adalah nama sebuah tanker minyak raksasa. Panjangnya mencapai 301 meter dan lebar 56 meter serta bagian kapal yang berada di bawah air mencapai 26 meter. Beratnya sendiri mencapai lebih dari 200.000 ton.

Tanker ini milik perusahaan perminyakan ternama dunia Exxon  Shipping Company dan biasa dipergunakan untuk mengangkut minyak mentah. Jumlah volume minyak bumi yang bisa diangkutnya mencapai 1,48 juta barrel (1 barrel = 158,9873 liter) atau sama dengan 235 ribu meter kubik.

Kapal ini mulai beroperasi pada Maret 1986 untuk mengangkut minyak mentah dari berbagai penjuru dunia.

Tragedi Tanker Exxon Valdez

Dalam perjalanannya mengangkut minyak dari Alaska  menuju Long Beach, California, pada tanggal 24 Maret 1989, kapal raksasa ini menabrak karang di sekitar Prince William Sound, Alaska. Fakta di pengadilan yang terjadi belakangan menunjukkan bahwa terjadi berbagai kelalaian yang menyebabkan tubrukan itu terjadi.

Tanker raksasa ini tidak tenggelam karena tabrakan itu, tetapi tajamnya karang merobek lambung kapal dalam ukuran cukup besar.

Sebagai hasilnya, lebih dari 40 juta liter minyak mentah yang diangkutnya tumpah ke laut dalam beberapa hari berikutnya. Volume ini pada akhirnya menutup permukaan laut sepanjang kurang lebih 3100 kilometer di perairan Alaska. Di antara jumlah itu, 320 kilometer mengalami pencemaran berat dan sedang.

Permukaan laut yang tercemar minyak hitam yang lengket menyebabkan kerusakan parah bagi berbagai ekosistem yang ada disana. Tumpahan jutaan liter minyak tersebut tercatat menyebabkan kematian lebih dari 250.000 burung laut, 12 berang-berang, 300 anjing laut, 247 elang botak, dan 22 Orca (Paus Pembunuh).

Belum ditambah dengan tak terhitung rusaknya habitat ikan salmon dan herring yang sebelumnya banyak ditemukan disana.

burung laut korban tragedi exxon valdez
Sumber : http://www.evostc.state.ak.us/

Bukan Hanya Burung Laut Korbannya

Pencemaran parah yang terjadi membutuhkan bertahun-tahun untuk membersihkannya.  Luasnya lokasi pencemaran dan lengketnya minyak mentah menyebabkan tantangan tersendiri bagi mereka yang mendapat tugas mengatasinya. Tercata 4 orang meninggal dalam usaha penanganan dampak tragedi Exxon Valdez.

Proses pembersihan pantai yang tercemar minyak mentah exxon valdez
Sumber : Wikimedia Commons/ Public Domain Image

Exxon pada akhirnya mengaku bersalah di pengadilan dan mendapatkan denda sebesar 100 juta dollar dari pengadilan. Angka ini ditambah dengan 3,8 milyar dollar yang harus dikeluarkan untuk membersihkan bagian pantai yang tercemar (sumber The Balance).

Dan, semua itu belum cukup karena sebenarnya bukan hanya burung laut yang menjadi korban dari peristiwa lingkungan mengenaskan ini.

Wilayah yang terkena imbas tumpahan minyak mentah tanker Exxon Valdes itu terkenal karena keindahan pemandangannya dan sebagai sumber berbagai produk perikanan. Kehidupan masyarakatnya banyak yang bergantung pada ekonomi yang digerakkan oleh industri pariwisata dan nelayan, terutama masyarakat asli Alaska.

Minyak mentah yang mengotori lautan membuat wisatawan enggan datang. Bahkan, setelah belasan tahun setelah tragedi berlalu, pelancong masih enggan untuk kembali datang karena dianggap masih tercemar. Belum lagi, ikan laut yang ditangkap nelayan disana tidak laku karena masyarakat pembeli beranggapan bahwa salmon atau herring yang berasal dari wilayah itu berbahaya bagi manusia.

Perekonomian wilayah tersebut rusak berat. Banyak anggota masyarakat yang akhirnya kehilangan pekerjaan dan pindah akibat hal ini.

Memang, setelah melalui tidak terhitung puluhan dan bahkan ratusan tuntutan hukum yang diajukan, Exxon mengeluarkan ganti rugi dalam jumlah milyaran dollar. Meskipun demikian, banyak pengamat mengatakan bahwa kerugian yang terjadi jumlahnya berkali lipat dari ganti rugi yang dibayarkan oleh perusahaan minyak ternama dunia itu.

Besarnya ganti rugi dan kerusakan yang terjadi akibat tragedi tanker Exxon Valdez ini membuatnya tercatat sebagai salah satu bencana lingkungan terbesar di dunia.

Tanker Exxon Valdez sendiri masih tetap beroperasi, meski kemudian namanya berubah berulangkali, mulai Exxon Mediteranian, Sea Rive rMediterranian, S/R Mediteranian, Mediterranian, Dong Fang Ocean, sampai Oriental Nicety .

Pada tahun 2012 perjalanannya terhenti dan kapal tanker raksasa ini dijual sebagai besi tua.

Meski secara fisik sudah tidak ada lagi dan namanya sudah berganti beberapa kali, kapal tanker raksasa itu meninggalkan sebuah catatan pahit bagi lingkungan dan itulah yang menyebabkan banyak pihak masih terus mengulas dan membahasnya, 30 tahun setelah tragedi itu terjadi.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post