Tebu : Sumber Penghasil Bahan Bakar Alternatif Yang Belum Diperhitungkan Di Indonesia

Tebu Penghasil Bahan Bakar Alternatif Yang Perlu Diperhitungkan

Tahukah Anda kalau Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tebu terbesar di dunia. Menurut World Atlas, negara kepulauan ini menempati peringkat ke 8 dari 10 negara produsen tebu di dunia. Silakan lihat di sini . Produksi pertahunnya disebutkan mencapai 33 juta ton.

Sebuah angka yang luar biasa besar.

Meskipun demikian situs tersebut juga menyebutkan bahwa pengelolaan pertanian dan berbagai sarana produksi gula di negara ini sedemikian buruk. Hasilnya adalah Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor gula.

Terlepas dari kesemua hal itu, melihat betapa besar produksi tebu, Indonesia memiliki sebuah sumber potensial untuk menemukan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil, seperti minyak bumi.

Tebu sudah ditemukan dapat menjadi bahan baku utama penghasil ethanol dan ethanol bisa dipergunakan sebagai bahan bakar murni atau campuran bagi penggerak kendaraan, tidak beda dengan biodiesel di Indonesia.

Salah satu negara yang berhasil memanfaatkan tebu sebagai sumber bahan bakar adalah Brasil. Negara ini dikenal sebagai negara penghasil gula terbesar dunia, tetapi juga dikenal sebagai salah satu negara yang sukses dalam hal penggunaan bahan bakar alternatif.

Setiap tahunnya negara ini memproduksi lebih dari 23 milyar liter ethanol dan merupakan negara kedua penghasil ethanol terbesar di dunia.

Penggunaan ethanol di negara ini sudah menjadi umum karena berbagai bahan bakar yang dijual disana merupakan campuran antara bensin dan ethanol. Peraturan pemerintahnya sejak tahun 2015 adalah mewajibkan bensin yang dijual di negara itu harus mengandung 25-27% ethanol.

Penggunaan ethanol ini menurut penelitian memberikan tenaga yang tidak berbeda dari bensin murni yang berasal dari minyak bumi. Belum lagi, gas polutan yang keluar dari knalpot mobil penggunanya lebih rendah dan gas CO2 bisa diserap oleh tanaman tebu juga, yang berarti gas rumah kaca bisa berkurang.

Bahkan, negara ini sudah melangkah lebih jauh lagi karena disana sudah ada lebih dari 14 juta mobil dan kendaraan roda empat yang menggunakan E100, yang artinya bahan bakarnya adalah 100% ethanol murni.

Bukan hanya Brasil yang sudah menggunakan ethanol dari tebu sebagai campuran bahan bakar, Amerika Serikat juga sudah menggunakan ethanol sebagai bagian dari bahan bakarnya.

mobil berbahan bakar ethanol buatan toyota

Moil berbahan bakar ethanol produksi Toyota – Sumber Foto Japan Times

Indonesia memiliki lahan yang luas, tidak berbeda dengan Brasil. Produksi tebunya pun besar. Kesemua itu seharusnya memberikan peluang Indonesia untuk bisa menghasilkan bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan, seperti yang dilakukan Brasil.

Sayangnya, buruknya pengelolaan lahan dan alat produksi membuat negara ini tertinggal cukup jauh dari banyak negara lainnya dalam menggali potensi ini.

Tebu belum dianggap sebagai sumber penghasil bahan bakar alternatif yang potensial dan masih dianggap hanya untuk membuat gula saja. Yang, ironisnya, masih harus diimpor dari luar negeri juga.

Tags:
author

Author: