San Fransisco Melarang Penggunaan Sedotan Plastik Sekali Pakai

San Fransisco Melarang Penggunaan Sedotan Plastik

Perang terhadap penggunaan sedotan plastik sekali pakai terjadi dimana-mana. Berita terbaru yang dilansir dari New York Post menyebutkan bahwa badan legislatif di San Fransisco, kota yang terkenal dengan Jembatan Golden Gate-nya, menyetujui dengan suara bulat pelarangan penggunaan sedotan plastik.

Aturan ini akan diberlakukan di kota tersebut mulai tanggal 1 Juli 2019.

Dengan pelarangan ini, maka semua restoran, kafe, rumah makan, dan semua penjual minuman tidak lagi akan menyediakan sedotan plastik kepada pelanggannya. Mereka akan dipaksa untuk beralih menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam aturan ini bukan hanya sedotan plastik yang secara khusus dilarang. Semua jenis benda yang biasa diberikan kepada pelanggan dalam industri makanan dan minuman, seperti pengaduk plastik atau tusuk gigi plastik tidak diperkenankan lagi.

Sebagai penggantinya, mereka yang bergelut di industri kuliner didorong untuk menggunakan bahan yang mudah terurai, seperti bambu, kayu, kertas, dan sejenisnya.

Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa plastik merupakan ancaman yang sangat besar bagi lingkungan mengingat sifatnya yang susah terurai secara alami. Butuh puluhan tahun sebelum plastik bisa lapuk dan hasil penguraiannya pun menimbulkan efek yang berbahaya bagi lingkungan.

Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu negara yang paling boros dalam menggunakan sedotan plastik. Menurut data, di seluruh negara Paman Sam itu setiap harinya dihabiskan sekitar 500 juta sedotan plastik, yang kalau disambung-sambung panjangnya mencapai 2 1/2 kali lingkar bumi di bagian katulistiwa.

Sebuah angka yang sangat besar dan memperlihatkan betapa ancaman terhadap lingkungan akan menjadi semakin besar setiap harinya kalau penggunaan sedotan plastik tidak segera dibatasi.

Pelarangan penggunaan sedotan plastik ini juga berlaku bagi bioplastik yang menurut produsennya sudah lebih ramah lingkungan.

Bagaimana dengan Indonesia? Entahlah, kapan bakal ada aturan pelarangan penggunaan sedotan plastik karena masyarakatnya sendiri, jangankan berpikir untuk itu, untuk membuang sampah pada tempatnya saja, susahnya bukan main.

Tags:
author

Author: