Perancis Akan Menghentikan Penjualan Mobil Berbahan Bakar Bensin dan Solar di Tahun 2040

Perancis akan menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan solar di tahun 2040

Sebuah berita yang tentunya akan sangat menggembirakan pecinta lingkungan hadir di bulan Juli 2017 ini. Meskipun apa yang diberitakan tersebut belum akan diwujudkan dalam waktu dekat dan baru akan dilaksanakan 23 tahun dari saat tulisan ini dibuat, tetapi hal tersebut menunjukkan sebuah komitmen besar terhadap dunia dan lingkungan hidup.

Berita tersebut adalah tentang rencana Perancis untuk menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan solar mulai tahun 2040. Berita ini banyak ditemukan di berbagai harian berbahasa Inggris di dunia seperti Bloomberg dan the Guardian.

Rencana tersebut diumumkan oleh pemerintahan Perancis saat ini di bawah pimpinan Emmanual Macron lewat Menteri Ekologinya yang baru Nicholas Hulot.

Sebuah rencana yang sangat ambisius tetapi menunjukkan kesungguhan dari pemerintah negeri mode tersebut untuk memperbaiki lingkungan hidup di dunia.

Setelah tahun 2040 maka tidak akan ada lagi mobil berbahan bakar bensin atau solar yang diperkenankan dijual. Semua mobil yang dijual di Perancis haruslah mobil listrik atau hybrid.

Bila rencana ini terwujud, bisa dipastikan efeknya terhadap kualitas udara di negara tersebut akan membaik. Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar adalah salah satu penyumbang polutan dan gas berefek rumah kaca di dunia.

Di Perancis sendiri pada tahun 2015 tercatat lebih dari 30 juta mobil penumpang yang beroperasi dan mayoritas menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan bakarnya.

Dengan peraturan baru ini, maka sedikit demi sedikit mobil berbahan bakar fosil ini akan menghilang karena saat mobil-mobil ini rusak, maka akan digantikan oleh kendaraan yang lebih ramah kepada lingkungan.

Di benua Eropa sendiri, bukan hanya Perancis yang sudah mengeluarkan pembatasan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan gas. Beberapa negara lain seperti Swedia juga sudah mengumumkan rencana sejenis.

Tags:
author

Author: