New York Larang Penggunaan Styrofoam Sekali Pakai

New York Larang Styrofoam Sekali Pakai

Tanggal 1 Januari 2019 memang dirayakan oleh milyaran manusia di seluruh dunia. Maklum saja, tanggal itu merupakan tahun baru. Tetapi, ada satu yang spesial pada tanggal tersebut, terutama bagi mereka yang peduli terhadap lingkungan dan alam. Tanggal tersebut juga menjadi saat yang menyebalkan juga bagi sebagian orang lainnya karena bisnis yang selama ini menjadi ladang uang akan berada dalam bahaya.

Kedua hal itu bisa terjadi karena tepat dengan datangnya tahun baru, New York secara resmi melarang penggunaan styrofoam sekali pakai. Pengumuman itu dilakukan secara resmi oleh Walikota “Big Apple” (julukan New York). Beritanya silakan baca di SINI (Dalam bahasa Inggris)

Apa itu Styrofoam ?

Tentu tidak perlu dijelaskan lagi apa itu styrofoam. Dalam keseharian masyarakat Indonesia, penggunaan benda ini sangat umum dan dipergunakan secara luas oleh berbagai kalangan. Biasanya dipergunakan untuk wadah makanan.

Istilah styrofoam sendiri adalah brand atau nama dagang yang disematkan oleh perusahaan penemunya, Dow Chemical. Bahannya sendiri adalah Polystyrene.

Sifatnya yang kedap air, ringan, dan murah membuatnya menjadi salah satu wadah yang populer dipergunakan dalam industri makanan.

Perhatikan saja saat Anda membeli bakso atau makanan lain, hampir pasti kemasannya berupa box berwarna putih yang terasa lembut di tangan dan ringan. Juga, kalau Anda membeli kopi di kafe dan membawanya keluar, biasanya gelasnya terbuat dari benda ini.

Mengapa Styrofoam Berbahaya Sampai Harus Dilarang?

Jika styrofoam begitu bermanfaat bagi kehidupan manusia, mengapa Bill de Blasio, Walikota New York memastikan bahwa penggunaan styrofoam sekali pakai sebagai melanggar hukum sejak 1 Januari 2019? Sebuah pertanyaan yang wajar jika hal itu diajukan.

Memang styrofoam mudah dan murah untuk dipergunakan, tetapi sebenarnya “mahal” bagi generasi mendatang.

Kok bisa?

Hal itu terjadi karena styrofoam memiliki sifat yang sama dengan plastik, bahkan lebih berbahaya sebenarnya. Tetapi, keduanya memiliki sifat yang sama, yaitu tidak bisa  terurai secara alami di alam. Benda ini baru bisa terurai dengan cepat jika dibakar dengan incinerator.

Jika plastik butuh waktu lebih dari seratus tahun untuk bisa terurai di alam, styrofoam lebih parah lagi karena memerlukan waktu 500 tahun. Itu pun belum tentu bisa terjadi. Silakan lihat hasil penelitiannya di SINI .

Andaipun bisa terurai setelah ratusan tahun itu, hasil penguraiannya pun sama dengan plastik karena akan menghasilkan substansi berbahaya bagi tanah dan alam. Sifat lainnya yang mudah tercerai berai menjadi serpihan kecil dapat membahayakan hewan kalau tidak sengaja termakan.

Itulah alasan mengapa larangan styrofoam sekali pakai diterbitkan di New York.

new york larang penggunaan styrofoam sekali pakai 2

Setelah perdebatan dan perseteruan panjang, akhirnya Kota Big Apple memutuskan bahwa di tahun 2019 ini, styrofoam sekali pakai tidak lagi diperkenankan untuk dipergunakan.

Hal ini tentunya akan merubah banyak hal karena bagaimanapun styrofoam sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di masa sekarang. Berbagai manfaatnya sudah memanjakan banyak manusia selama berpuluh tahun.

Langkah New York melarang penggunaannya adalah demi masa depan karena jika tidak dilakukan maka lingkungan akan berpotensi bertambah rusak. Sesuatu yang tentunya tidak diharapkan terjadi.

Aturan larangan penggunaan styrofoam sekali pakai di salah satu kota besar di negara Paman Sam ini meski sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2019 yang lalu, masih belum 100%. Penerapan sanksi belum dilakukan hingga Juni 2019.

Setelah bulan Juni 2019, maka akan ada denda US$ 1000 atau sekitar Rp. 14 juta pada kurs hari ini bagi siapapun yang menggunakan styrofoam sekali pakai.

Langkah awal sudah dimulai, kapan Indonesia akan menyusul? Sesuatu yang pada akhirnya harus diperhatikan dan diperjuangkan karena menentukan nasib masa depan dunia.

Tags:
author

Author: