Mengenal Istilah Jejak Karbon Yang Sedang Ngehit

Istilah jejak karbon belakangan ini sedang ngehit dipergunakan oleh banyak orang. Media massa, media online, pecinta lingkungan, kerap memakainya, terutama dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan hal kelestarian lingkungan.

Tetapi, sebenarnya, apa sih arti istilah jejak karbon itu ? Mengapa banyak orang, terutama aktivis lingkungan dan perubahan iklim gemar mendorong pemerintah agar merubah sistem transportasi untuk meminimalkan jejak karbon di bumi ? Mengapa, seorang Greta Thunberg, remaja aktivis lingkungan asal Swedia bahkan tidak mau menggunakan pesawat terbang karena menghasilkan jejak karbon?

Unsur Karbon

Karbon adalah nama unsur yang dalam daftar periodik memiliki kode “C” atau “Carbon” dalam bahasa Inggris.

Unsur ini banyak dikandung oleh benda mati atau makhluk hidup di bumi. Sebagai contoh minyak bumi, berlian, batubara merupakan benda yang terbentuk dari karbon setelah mengalami proses ratusan juta tahun di dalam tanah.

Manusia, hewan, tumbuhan pun mengandung karbon. Seorang manusia dewasa akan mengandung karbon antara 8-9 kilogram, sedangkan pohon bisa 1/2 bagian darinya terbentuk dari unsur ini.

Saat makhluk hidup mati, melalui proses pembusukan, unsur-unsur karbon ini akan kembali ke udara. Untuk benda mati, seperti batubara, jika dibakar, unsur karbon pun akan pulang kampung ke udara.

Berbahaya kah Karbon ?

Karbon murni tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi, unsur yang satu ini mudah bergabung dengan unsur lain, seperti Oksigen dan membentuk gas lain seperti CO (Karbonmonoksida) dan CO2 (Karbondioksida).

Dalam bentuk inilah karbon menjadi berbahaya.

CO atau karbonmonoksida sudah dikenal berbahaya bagi manusia. Menghisap dalam jumlah di atas ambang batas bisa menyebabkan kematian.

CO2 terlihat lebih tidak berbahaya, apalagi unsur ini juga diperlukan tumbuhan untuk bertahan hidup, Mereka akan mengisapnya dan mengolahnya dalam proses fotosintesa menjadi makanan.

Tetapi, CO2 juga dikenal sebagai gas rumah kaca. Ia bisa menyimpan panas dalam jangka waktu lama. Gas ini bertanggungjawab terhadap meningkatnya suhu permukaan bumi dan pemanasan global, bersama dengan metana.

Hal itu bisa terjadi karena jumlah gas CO2 di atmosfer bumi meningkat secara drastis akibat berbagai proses pembakaran, seperti pada kendaraan bermotor, pabrik, dan lain sebagainya.

Mesin-mesin mobil membakar berbagai benda (minyak bumi/bensin) yang mengandung karbon dalam jumlah besar dan tersimpan dalam bumi selama ratusan juta tahun, hanya dalam waktu 1-2 jam saja.

Dan, melepaskan gas yang mengandung CO2 ke udara. Hasilnya, dalam waktu sebentar, terlalu banyak gas CO2 yang menahan panas dan memberikan efek buruk kepada bumi.

Istilah Jejak Karbon

Nah, istilah jejak karbon mengacu pada hasil dari berbagai proses yang menyebabkan material-material yang mengandung karbon, terutama CO2 ke udara.

Pesawat udara, mobil, kapal laut, sepeda motor untuk menggerakkannya menggunakan bahan bakar yang mengandung karbon di dalamnya, seperti bensin. Kemudian, dari knalpot atau saluran pembuangan kendaraan-kendaraan itu akan mengeluarkan asap yang berisi unsur karbon yang berbahaya.

Bukan hanya kendaraan saja, tetapi semua proses pembakaran pun akan meninggalkan jejak karbon, seperti membakar sampah atau kebakaran hutan. Disana ada “jejak karbon” yang bisa mengancam bumi.

Itulah yang dimaksud dengan istilah jejak karbon yang lagi ngehit itu.

Mari Berbagi