Mengenal Istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan Penerapannya Dalam Hidup Sehari-Hari

Mengenal Istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan Penerapannya Dalam Hidup Sehari-hari

Berbicara tentang lingkungan hidup, tidak akan mungkin tanpa mengenal istilah 3R atau Reuse, Reduce, Recycle. Singkatan ini sangat penting dalam mewujudkan gaya hidup hijau atau gaya hidup ramah lingkungan. Tanpa memahami dan kemudian menerapkannya, green lifestyle tidak akan pernah terealisasi.

Begitu pentingnya istilah 3R ini sehingga pemerintah Indonesia pun semakin gencar mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar segera mengadopsinya dalam keseharian.

Apa itu Istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) ?

Istilah 3R ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti :

  • Reuse – Menggunakan Ulang
  • Reduce : Mengurangi
  • Recycle : Mendaur Ulang

Ketiga kata ini mengacu pada berbagai tindakan dan sikap yang harus diwujudkan dalam hal pengelolaan sampah atau benda-benda yang tidak dipergunakan lagi.

Salah satu masalah utama yang dihadapi lingkungan dan umat manusia adalah semakin bertambahnya benda-benda yang tidak terpakai oleh manusia dari hari ke hari dan semua ini sangat rentan untuk mengotori lingkungan dan pada akhirnya membahayakan umat manusia juga.

Dengan menerapkan 3R diharapkan bahwa laju pertumbuhan sampah bisa setidaknya diminimalkan.

Penerapan 3R Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penerapan prinsip 3R ini tidak bisa dilakukan hanya melalui satu atau dua badan pemerintah saja. Tidak juga bisa terwujud hanya dengan mendirikan semakin banyak organisasi pecinta lingkungan.

Konsep 3R harus melibatkan semua orang yang tinggal di bumi. Semua orang harus berusaha terus melakukannya dalam bentuk tindakan nyata setiap harinya.

Sebagai contoh dalam penerapan 3R di keseharian adalah sebagai berikut

Reuse (Menggunakan Ulang)

  • Menggunakan saputangan adalah perwujudan dari Reuse karena saputangan bisa dipakai kembali setelah dicuci. Tidak ada sampah yang dibuang. Bandingkan dengan penggunaan tisu yang menghasilkan sampah
  • Pernah membeli minuman dalam kemasan botol plastik? Pasti. Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Pergunakan lagi sebagai wadah minyak goreng bekas atau tempat sabun cair
  • Salah ngeprint? Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Bagian belakang yang masih kosong bisa dipergunakan untuk membuat draft surat atau mencatat sesuatu
  • Jika Anda memiliki baju bekas yang menurut Anda sudah tidak bisa dipakai, berikan pada orang lain yang memerlukannya. Dengan begitu pakaian tersebut mungkin bisa dipergunakan lagi hingga secara teknis tidak bisa lagi digunakan

Reduce (Mengurangi)

  • Kalau berbelanja di minimarket, biasanya berapapun item yang dibeli, maka kasir akan memberikan kantung plastik. Tolak! Masukkan benda yang dibeli ke dalam tas. Dengan begitu Anda mengurangi penambahan satu kantung plastik ke dunia ini
  • Pilih produk dalam kemasan kertas dibandingkan plastik. Kertas bisa terurai secara alami dibandingkan plastik
  • Pergunakan produk yang bisa diisi ulang, seperti membawa botol air minum dari rumah dibandingkan membeli air minum kemasan di jalan.
  • Jangan print email Anda dan biarlah tetap di komputer dalam bentuk digital. Dengan begitu tidak perlu memakai kertas yang pada akhirnya bisa menjadi sampah

Recycle (Daur Ulang)

  • Ubah sampah rumah tangga organik menjadi kompos yang bisa dipergunakan sebagai pupuk tanaman
  • Beli produk dengan kemasan kertas atau sesuatu yang mudah terurai secara alami
  • Dengan sedikit kreatifitas dan kemauan, kaleng bekas minuman bersoda bisa diubah menjadi mainan atau tempat pensil dan ballpoint
  • Jual atau berikan koran bekas atau karton kepada pemulung atau mereka yang memerlukannya

Masih banyak contoh tindakan lain yang mecerminkan penerapan istilah 3R dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada batasan dan tergantung pada kemauan atau kreatifitas individu.

Masalah utama yang membuatnya menjadi sulit adalah kebiasaan. Sama sekali tidak pernah mudah untuk berganti dari sebuah kebiasaan ke kebiasaan yang baru dan pasti butuh pengorbanan. Dan, itulah yang dihadapi dalam memasyarakatkan 3R dalam masyarakat Indonesia.

Sebagai contoh, banyak orang masih merasa bahwa kantung plastik adalah hak mereka dan sudah seharusnya gratis. Tidak jarang orang saat membeli satu buah botol minuman mineral akan tetap meminta diberikan sebuah kantung plastik, meskipun ia membawa tas ransel yang kosong.

Sikap seperti inilah yang perlu dihentikan agar prinsip 3R bisa berjalan dengan baik dalam keseharian. Perlu perubahan pola pikir dan sikap serta kemauan “berkorban”.

Itulah yang dikenal dalam slogan-slogan sebagai istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tags:
author

Author: