Membuang Sampah Sembarangan : Beradab Kah Kita?

Membuang sampah sembarangan - beradab kah kita ?

Mungkin akan banyak yang heran. Apa kaitan antara peradaban dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan?  Bukan kah peradaban adalah tentang betapa majunya teknologi dan gaya hidup yang dipergunakan?

Ternyata tidak.

Peradaban manusia terbentuk bukan hanya berdasarkan hal-hal tersebut saja. Justru kedua hal tersebut bukanlah inti dari sebuah peradaban.

Hal itu tercermin dari begitu banyaknya ulasan, ungkapan, pendapat, pandangan, dari filsuf dan pemikir dunia dari masa ke masa, alias bukan di masa kini saja, bahwa inti dari peradaban adalah keteraturan dalam masyarakat.

Sebuah masyarakat akan dipandang memiliki peradaban tinggi di saat disana ada keteraturan dalam kehidupan yang dijalaninya.

Dan, bagaimana sebuah masyarakat bisa teratur dilakukan dengan membuat batasan-batasan tentang penggunaan hak dan kewajiban bagi setiap anggota masyarakat tersebut, yaitu hukum atau aturan.

Semakin patuh masyarakat pada pemenuhan hak dan kewajiban, alias mematuhi hukum yang ada, maka masyarakat tersebut akan disebut berperadaban tinggi atau beradab.

Bagaimana kalau sebaliknya? Antonim atau lawan kata beradab adalah tidak beradab atau istilah lainnya yang lebih kasar adalah biadab.

Nah, ketika seorang individu memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan, hal itu bisa mencerminkan seberapa beradab mereka sebagai manusia.

Tata cara membuang sampah sudah ditetapkan dalam berbagai aturan dengan sangat teliti. Intinya ada aturan yang mengatur mengenai bagaimana sisa-sisa yang dianggap tidak terpakai bisa dibuang dan dimana tempatnya.

Jadi, jika seseorang membuang sampah secara sembarangan, entah di jalan, di sungai, di taman, dan bukan pada tempat sampahnya, tindakannya menunjukkan seberapa beradabnya kah ia sebagai manusia dan anggota masyarakat.

Tidak ada kata lain.

Bukan jenis mobil dan berapa harganya yang menentukan seseorang beradab atau tidak. Yang menentukan adalah apakah ia membuka kaca jendela dan membuang tisu bekas atau botol air mineral lah yang menjadi penentu label “beradab” atau “biadab” yang bisa disematkan padanya.

Kasar, tetapi kenyataannya hal kecil inilah yang menentukan kita sebagai manusia.