Grabwheels : Layanan e-Scooter 'Tuk Yang Malas Jalan Kaki Tapi Mau Ramah Lingkungan

Grabwheels Layanan e-Scooter Tuk Yang Malas Jalan Kaki Tapi Mau Ramah Lingkungan

Jika Anda sedang berjalan-jalan di Jalan Wahid Hasyim arah ke stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, mungkin Anda bisa menemukan beberapa orang sedang mengendarai “otoped” berwarna hijau. Jangan langsung bayangkan mereka sedang iseng dan kemudian memilih bermain-main. Mereka mungkin sekali justru sedang menuju kantor untuk bekerja atau bertemu klien.

Hanya saja, mungkin mereka sedang malas berjalan kaki, tetapi tidak mau naik bajaj, ojeg, atau ojol karena ingin menjadi orang yang ramah lingkungan. Jadi, mereka memilih naik GrabWheels.

Iya, betul tidak salah baca. Kendaraan kecil beroda dua mirip otoped itu adalah sebuah layanan baru di Jakarta dari Grab dan diberi nama Grabwheels.

Kendaraan yang mirip skateboard dengan setang tinggi itu pada dasarnya adalah e-scooter, atau skuter elektrik. Berbeda dengan otoped yang penggunanya harus menjejakkan kaki ke tanah untuk membuatnya maju, e-scooter menggunakan tenaga penggerak listrik yang berasal dari baterai.

GrabWheels merupakan layanan terbaru dari perusahaan transportasi berbasis aplikasi Grab yang diluncurkan sekitar bulan Mei 2019 lalu dan untuk sementara baru tersedia di sekitar Serpong, BSD, dan Jakarta. 

Di Jakarta sendiri, salah satu lokasi “pangkalan Grabwheels” ada di depan stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat.

Grabwheels Layanan e-Scooter Tuk Yang Malas Jalan Kaki Tapi Mau Ramah Lingkungan 2

Untuk bisa menggunakan Grabwheels, seseorang harus

  1. Menginstal aplikasi Grabwheels yang bisa diunduh dari Google Playstore atau Apple Store
  2. Memilih paket perjalanan
  3. Menemukan “pangkalan” GrabWheels (akan muncul posisinya begitu calon pengguna melakukan log in sekaligus berapa jumlah e-scooter yang tersedia)

Kemudian,

a). melakukan scan QR Code yang ada di scan (di layar akan tampil sisa baterai dan berapa jarak yang bisa ditempuh

b)  menekan tombol “unlock” untuk membuka kunci skuter sekaligus mengaktifkan skuter

c) skuter siap untuk aktif setelah terdengar bunyi

d) untuk menggerakkannya pertama kali, pengguna harus mengayuhkan salah satu kaki sambil perlahan menekan gas yang berada di setang

e)  secepatnya setelah skuter bergerak kaki dinaikkan ke atas “papan”, persis seperti main otoped

d) Sesampai di tujuan, atau setelah selesai menggunakan, pengguna harus langsung melakukan pindai QR Code lagi untuk memberi tanda penggunaan sudah selesai

O ya, jangan lupa pergunakan helm yang sudah disediakan demi keamanan.

Grabwheels Layanan e-Scooter Tuk Yang Malas Jalan Kaki Tapi Mau Ramah Lingkungan 3

Layanan Grabwheels ini memang masih perlu ditunggu apakah masih bisa bertahan di sebuah kota dimana budaya bersepeda motor berkuasa.

Belajar dari pengalaman di beberapa negara maju dimana layanan sejenis ada, seperti Revel di Amerika Serikat, ada beberapa masalah yang kerap timbul, salah satunya adalah kerusakan yang membuat bisnis ini tidak menguntungkan bagi penyedia jasa.

Jadi, masih harus ditunggu apakah layanan e-scooter dari Grab ini bisa bertahan.

Meskipun demikian, tersedianya layanan GrabWheels ini merupakan sinyal baik bahwa penyedia jasa transportasi di Indonesia semakin menyadari pentingnya untuk menjadi lebih ramah lingkungan. Sesuatu yang merupakan keharusan di masa depan.

Semoga saja bisa bertahan dan berkembang.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan