Biogas : Energi Terbarukan Penting Bagi Masa Depan Dunia

 Biogas : Energi Terbarukan Penting Bagi Masa Depan Dunia

Kata “biogas” beberapa tahun belakangan ini menjadi sorotan dan pembahasan dari berbagai pihak, di dalam dan luar negeri. Hal itu terjadi karena kata ini merujuk pada salah satu jenis gas yang dianggap penting bagi pemenuhan kebutuhan energi manusia di masa depan.

Biogas telah terbukti merupakan salah satu jenis energi alternatif sebagai pengganti bahan akar fosil yang memenuhi berbagai kriteria energi hijau, yaitu terbarukan dan ramah lingkungan.

Apa Itu BIOGAS?

Biogas pada dasarnya adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian sisa-sisa bahan organik yang dilakukan oleh bakteri dan dalam sebuah proses yang tidak membutuhkan udara/oksigen (anaerobik). Gas yang sama juga dihasilkan dalam proses fermentasi.

Gas ini bukanlah hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh, sampah sisa makanan atau kulit buah-buahan yang terlambat dibuang akan membusuk dan mengeluarkan bau yang menyengat dan tidak enak.

Sebenarnya, pada saat bersamaan dengan keluarnya bau itu proses pembusukan ini mengeluarkan gas ke udara. Nah, gas itulah yang disebut dengan biogas.

Kandungan Biogas

Gas yang dilepaskan dari proses anaerobik terjadi memiliki komponen yang terdiri dari beberapa macam gas, seperti tersebut di bawah ini.

Komponen %
Metana (CH4) 55-75
Karbon dioksida (CO2) 25-45
Nitrogen (N2) 0-0.3
Hidrogen (H2) 1-5
Hidrogen sulfida (H2S) 0-3
Oksigen (O2) 0.1-0.5

Metana

Kandungan gas metana yang tinggi inilah yang menjadi kunci dari pemanfaatan biogas.

Gas ini dikenal sebagai jenis gas emisi rumah kaca yang berbahaya bagi atmosfer bumi karena sifatnya yang menyerap panas 28-36 kali karbondioksida. Sifatnya itulah yang dianggap sebagai berkontribusi besar bagi pemanasan global dan perubahan iklim dunia.

Metana juga dikenal sebagai berbahaya karena mudah terbakar. Beberapa kasus yang terjadi di Indonesia beberapa waktu dimana tumpukan sampah di TPA Sampah meledak karena konsentrasi yang terlau tinggi menunjukkan bahwa gas ini memiliki sifat yang berbahaya.

Mengapa BIOGAS Dianggap Energi Hijau ?

Bila memang biogas sebenarnya berbahaya bagi manusia, bumi dan iklimnya, mengapa dianggap sebagai energi hijau?

Untuk menjawab pertanyaan itu, mungkin ada baiknya Anda melihat dapur di rumah. Di Indonesia, sejak minyak tanah dibatasi dan bahkan tidak lagi diedarkan secara umum, masyarakat sudah beralih menggunakan elpiji (LPG) atau gas alam yang didistribusikan lewat tabung atau jaringan pipa.

Nah, LPG atau gas alam sendiri memiliki kandungan metana yang tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari biogas karena bisa mencapai 90%.

Tetapi, ketika dimanfaatkan untuk memasak (atau hal lainnya), gas metana tidak lagi seberbahaya dalam bentuk aslinya. Metana ketika dibakar gas itu selain menghasilkan energi (panas), juga karbondioksida dan uap air saja.

Karbondioksida ini tidak seberbahaya metana dalam bentuk asalnya. Lagipula, begitu dilepaskan di udara gas ini akan secara rutin dihisap oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesa. Jadi, bisa dikata pemanfaatan gas metana/biogas akan memberi dampak positif dan membantu sirkulasi gas di atmosfer menjadi lebih baik.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang menyebabkan biogas dipandang sebagai sebuah energi alternatif yang penting bagi masa depan dunia, yaitu :

  •  Memanfaatkan limbah organik yang artinya sampah atau limbah yang sebelumnya hanya menumpuk dan membusuk dengan sendirinya bisa dimanfaatkan. Sampah tidak lagi bertebaran dan mengotori
  • Terbarukan karena setiap hari manusia menghasilkan kotoran dan sampah organik dalam berbagai bentuk, seperti tinja, kotoran hewan, tanaman mati, makanan tak termakan, dan sebagainya. Sumber bahan yang bisa dirubah menjadi biogas akan tersedia setiap hari dan tidak akan ada habisnya
  • Tidak menyebarkan polutan berbahaya : hanya melepaskan uap air dan karbondioksida ke atmosfer ketika dibakar
  • Menghasilkan pupuk : dalam proses produksi biogas akan tetap ada limbah yang dihasilkan, dan limbah ini karena berasal dari bahan organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk

Pemanfaatan metana akan membantu siklus dan perputaran gas di bumi menjadi lebih sehat dan lebih baik.

Pemanfaatan Biogas

Penggunaan biogas sebagai salah satu energi alternatif sudah marak di dunia dan dalam berbagai bentuk. Di Indonesia sendiri, meski belum seperti di banyak negara maju, biogas sudah mulai dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sifatnya yang mirip dengan gas alam membuatnya bisa dan sudah dimanfaatkan dalam berbagai bentuk sebagai berikut :

  • Bahan bakar kendaraan : Finlandia merupakan salah satu negara pertama yang memiliki kendaraan umum yang memanfaatkan biogas sebagai bahan bakarnya. Di masa depan, negara ini akan merubah semua busnya hingga menjadi lebih ramah lingkungan dengan bahan bakar ini
  • Pembangkit Listrik : Beberapa negara Eropa mulai mengubah pembangkit listrik mereka, dari batubara menjadi menggunakan biogas sebagai bahan bakarnya
  • Memasak : sifatnya yang hampir sama dengan gas alam membuat salah satu pemanfaatan biogas yang utama adalah untuk memasak. Di Indonesia sendiri sudah ada pesantren dan desa yang warganya memanfaatkan biogas dari kotoran manusia sebagai bahan bakar untuk kompor mereka
  • Penghasil panas : biogas juga sudah semakin umum di berbagai negara Eropa untuk dipergunakan sebagai pemanas ruangan. Biogas dialirkan dari pabrik penghasil biogas ke rumah-rumah pelanggan
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_PostCarousel_Widget”]

Memang, masih akan makan waktu cukup lama agar biogas menjadi populer dan dimanfaatkan secara lebih luas. Apalagi, gas ini juga termasuk cukup berbahaya kalau tidak ditangani secara hati-hati.

Tetapi, mengingat sifatnya yang lebih ramah lingkungan kalau dimanfaatkan, serta ketersediaan sumbernya yang tidak terputus (kecuali manusia, hewan, dan tanaman punah), biogas merupakan salah satu jenis energi alternatif yang dipandang akan memegang peranan penting di masa depan dalam kehidupan umat manusia.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post