Apa Itu Bio Plastik ? Samakah Dengan Plastik Biasa ?

Beberapa tahun belakangan ini, di Indonesia dan dunia, istilah bioplastik menjadi populer. Kehadirannya dianggap merupakan salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan manusia terhadap bahan bernama plastik. Bioplastik dipandang sebagai jalan keluar untuk pemenuhan kebutuhan manusia akan bahan yang murah dan kuat di sisi tetap menjadi ramah lingkungan.

Seperti sudah diketahui, bahan plastik yang selama ini banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia merupakan material yang sangat tidak ramah lingkungan. Plastik membutuhkan waktu puluhan dan bahkan ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami. Jikapun dimusnahkan dengan cara dibakar, ia akan menghasilkan gas-gas bersifat karsinogen yang dapat menimbulkan kanker.

Belum lagi kalaupun sudah terurai, plastik akan menghasilkan zat polutan yang merusak tanah.

Oleh karena itulah, banyak pihak berusaha menemukan material lain yang mampu menggantikan berbagai fungsi plastik tetapi tidak memiliki efek merusak lingkungan.

Dan, dari usaha itu lahirlah yang disebut bio-plastik atau bioplastik. Sebutan untuknya pun ada yang lain, seperti ec-plastik atau plastik ramah lingkungan.

Apa Itu Bioplastik ?

Bioplastik pada dasarnya adalah material atau bahan, atau secara resmi disebut dengan polimer yang memiliki sifat dan karakter plastik, tetapi terbuat dari bahan nabati (tumbuh-tumbuhan), yang tentunya berbeda dengan plastik biasa yang bahan utama pembuatnya berasal dari minyak bumi.

Bahan bakunya yang bersifat organik ini membuat bioplastik memiliki keunggulan karena mudah terurai secara alami. Tidak memerlukan proses khusus tambahan, karena mikroorganisme pembusuk yang berada di alam akan membuatnya terurai. Lebih jauh lagi, hasil penguraian dari bioplastik tidak mencemari lingkungan karena sama dengan pembusukan benda organik lainnya, hasil penguraian akan menjadi unsur hara yang bisa diserap tanah. Tidak ada pencemaran terhadap lingkungan.

Waktu penguraian pun sangat pendek. Dibandingkan dengan plastik biasa yang butuh puluhan tahun untuk terurai, lama waktu penguraian bioplastik secara alami hanya berkisar 60-90 hari saja.

Tidak heran bahwa material yang satu ini dipandang sangat berpotensi menjadi pengganti plastik.

Bahan Pembuat Bioplastik

Bahan utamanya berasal dari tumbuhan, terutama umbi-umbian. Salah satu yang sudah terbukti adalah singkong. Tetapi, dalam perkembangannya ditemukan banyak bahan lain di alam yang bisa diubah menjadi bioplastik seperti jagung.

Perkembangan teknologi sudah memungkinkan agar pati dari berbagai tumbuhan untuk memberikan fungsi yang sama seperti plastik.

Penggunaan Bioplastik

Salah satu kegunaan plastik yang umum dikenal di seluruh dunia adalah dalam bentuk kantong belanja sekali pakai yang biasa diberikan secara cuma-cuma alias gratis oleh toko kepada penjualnya. Di Indonesia sendiri, kebiasaan ini pada akhirnya membuat konsumen menganggap itu adalah sebuah keharusan.

Sayangnya, kebiasaan ini membawa dampak buruk karena limbah plastik menumpuk dan bertebaran dimana-mana. Hasilnya adalah pencemaran lingkungan dimana-mana.

Belum ditambah berbagai peralatan makan sekali pakai, seperti sendok plastik, garpu plastik, piring plastik, semua menambah ancaman bagi bumi.

Dengan hadirnya, bioplastik, sudah banyak sekali pusat perbelanjaan di luar negeri, terutama di negara maju, yang menggunakan kantong belanja yang terbuat dari bioplastik sebagai pengganti kantong plastik biasa

Berbagai merk terkenal di luar negeri pun sudah mulai beralih memberikan kantong bioplastik bagi pelanggannya dan bukan.kantong plastik biasa.

Penggunaan bioplastik tidak terbatas karena sudah ada juga peralatan makan , seperti sendok, garpu, piring sekali pakai yang menggunakan bahan bioplastik dan bukan plastik biasa.

Di masa depan, tentunya dengan perkembangan teknologi dan semakin banyaknya produsen bioplastik, hampir pasti akan hadir berbagai bentuk pemanfaatan bioplastik dalam kehidupan sehari-hari.

Bioplastik di Indonesia ?

Meski belum sepopuler di luar negeri, kantong belanja yang terbuat dari singkong (bioplastik) sudah ada di Indonesia. Paling tidak sudah ada tiga produsen plastik singkong dengan merk Enviplast, Avani Eco, dan Telobag.

Tentunya di masa depan akan terus bertambah mengingat kesadaran terhadap bahaya plastik bagi lingkungan semakin membaik.

Para produsennya sendiri menyebutnya bukan plastik karena memang pada dasarnya hanya sifatnya dan kegunaannya saja yang seperti plastik, tetapi sebenarnya terbuat dari bahan yang berbeda.

Hanya saja, karena masalah keumuman dalam penyebutan, maka lahirlah istilah bioplastik atau eco-plastik untuk mencerminkan bahwa bahan itu memiliki sifat dan manfaat plastik bagi manusia, tetapi lebih ramah lingkungan.

Itulah yang disebut dengan bioplastik.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post