8 Tips Merawat Tanaman Hias Dalam Ruangan (Indoor)

Disadari atau tidak, sebuah ruangan, baik di dalam rumah atau kantor selalu emnghadirkan kesan “kurang berwarna”.  Warna-warnanya biasanya didominasi oleh warna “netral” seperti putih, krim, abu-abu, atau coklat. Seringkali kesannya kurang ceria. Oleh sebab itulah, tanaman hias dalam ruangan (indoor) kerap kali ditambahkan untuk “menghidupkan” suasana dengan menghadirkan warna-warna aktif, seperti hijau, kuning, atau merah.

Terlebih lagi kehadiran beberapa pot tanaman hias indoor juga membantu kesegaran ruangan. Sudah umum diketahui bahwa tanaman menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen saat proses fotosintesis dan hal ini membantu menjaga kesegaran sebuah ruangan baik di rumah tinggal atau di ruang kantor.

Hanya saja, untuk mendapatkan hasil maksimal, baik dalam segi estetika atau fisiknya, tanaman yang diletakkan di dalam sebuah ruangan perlu juga dijaga dan dirawat. Kalau tidak, sama seperti hal lainnya, ia akan rusak dan kemudian mati.

Kalau sudah begini, maka ia tidak akan bisa menjalankan fungsi yang diharapkan darinya.

Untuk itulah, siapapun yang hendak menaruh tanaman hias dalam rungana haruslah mengetahu setidaknya pengetahuan-pengetahuan dasar cara merawatnya.

Ada beberapa tips untuk membuat tanaman yang diletakkan dalam ruangan awet dan tetap indah. Tidak sulit.

Silakan lihat di bawah ini.

Tips Merawat Tanaman Hias Dalam Ruangan (Indoor)

Tips Merawat Tanaman Hias Dalam Ruangan (Indoor) 2

1) Kenali

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali karakter dari tanaman yang akan diletakkan dalam sebuah ruang. Tumbuhan punya sifat masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya.

Jadi, kenali dulu sifatnya.

  • Apakah tanaman itu membutuhkan cahaya yang banyak atau bisa tahan hidup dalam ruangan yang minim cahaya?
  • Apakah membutuhkan ruang yang banyak untuk tumbuh ataukah bisa diletakkan di meja?
  • Apakah butuh penyiraman yang banyak atau bisa sekedar disemprot saja?

Semua itu harus diketahui sebelum memutuskan apakah layak atau tidak satu atau beberapa pot tanaman hias masuk ke dalam ruangan. Salah mengenal bisa membuat hidup sang tanaman berakhir dengan cepat.

Contohnya, bunga mawar memang indah kalau diletakkan sebagai pemanis ruangan. Sayangnya, untuk membuatnya berbunga secara rutin, butuh banyak sinar matahari. Tentunya, dalam ruangan dimana sinar matahari kurang, hal itu akan membuatnya tidak bisa berkembang secara semestinya. Belum ditambah dengan durinya yang bisa melukai.

Jadi, kenali dulu tanaman hias indoor dan ruangannya, apakah berjodoh atau tidak.

2) Posisi

Tanaman hias indoor diletakkan untuk menjadi ornamen tambahan sebuah ruangan. Bukan untuk menjadi pengganggu dari aktivitas.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya, posisinya harus mampu memberi nilai tambah dari segi estetika. Menaruhnya di balik lemari atau pojokan yang tidak terlihat mata tidak akan membuatnya berfungsi.

Tetapi, harus juga diperhitungkan bahwa pot dimana tanaman itu berada tidak boleh mengganggu lalu lalang dan membuat orang tersandung. Bila diletakkan pada posisi yang kurang tepat, bukan saja keindahan yang tidak didapat, tetapi juga rentan membuat rusaknya tanaman akibat tertabrak orang.

Perhatikan posisi dimana meletakkannya, demi keserasian dan juga kenyamanan.

3) Media Tanam

Yup. Media tanam akan memegang peranan penting bagi kehidupan sang tanaman indoor tadi.

Biasanya memang tanah menjadi salah satu media tanam yang umum dipakai karena murah dan mudah didapat.

Sayangnya, terkadang tanah kerap menjadi terlalu lembab  dan basah setelah penyiraman. Yang seperti ini tidak menjadi masalah ketika berada di luar ruangan karena sinar matahari akan cepat membuatnya menjadi kering, tetapi bisa menjadi masalah besar bagi sang tanaman ketika berada dalam ruangan yang kurang cahaya matahari.

Tanah yang terlalu lembab bisa membuat busuk akar dan membuat tanaman menjadi tidak sehat.

Sebaiknya, media tanam yang dipakai harus cukup porus atau mudah mengalirkan air, sehingga ketika penyiraman dilakukan air tidak mengendap di dalamnya. Campuran media tanam dengan pasir atau sekam bakar bisa membuat rongga yang cukup agar air segera mengalir keluar dan tidak tertinggal dalam pot.

4) Penyiraman

Tanaman butuh ait untuk tumbuh. Itu benar adanya. Sama dengan manusia, semua tanaman butuh cairan ini untuk bisa bertahan hidup.

Cuma, hal itu tidak berarti bahwa mereka mau disiram dengan cara diguyur setiap hari. Air yang berlebih hanya akan membuat media tanam menjadi terlalu basah dan efeknya bisa buruk bagi tanaman itu sendiri.

Akarnya bisa busuk dan kemudian menyebabkan kematian.

Bayangkan saja, tanaman hias kaktus yang biasa bertahan hidup dengan air yang sangat sedikit pada cuaca yang kering dan berlimpah matahari, kemudian diletakkan di dalam ruangan yang kurang matahari dan disiram setiap hari. Hasilnya bukannya bertumbuh dengan pesat tetapi malah akan peyot karena busuk.

Perhatikan karakter tanaman dan tidak perlu menyiramnya setiap hari. Terkadang cukup dengan semprotan air sedikit di permukaan media tanamnya sudah lebih dari cukup.

Kalau perlu, pegang permukaan media tanam atau cukil sedikit untuk melihat kelembabannya sebelum menyiram.

5) Jemur Secara Rutin

Tanaman hias dalam ruangan tetap tanaman. Ia akan membutuhkan sinar matahari dan juga air untuk bisa tumbuh dan bertahan hidup.

Sebaiknya, tanaman hias indoor secara rutin dibawa keluar untuk dijemur di bawan sinar matahari dalam waktu tertentu. Satu atau dua minggu sekali, keluarkan tanaman hias ke teras yang bermandikan cahaya matahari. Bisa sekalian sambil disiram.

Biarkan selama 3-4 hari atau 1 minggu, baru kemudian dibawa masuk kembali ke dalam ruangan.

Buat rotasi tanaman yang dibawa masuk.

6) Elap Daunnya

Anda mungkin tertawa kalau melihat pecinta tanaman hias mau menghabiskan waktu untuk mengelap daun tanaman hias, seperti anthurium atau aglaonema. Buang-buang waktu kelihatannya.

Tetapi, tanaman pun akan terganggu kehidupannya kalau daun-daunnya tertutup oleh debu. Dan, sayangnya, meski di dalam ruangan, debu selalu saja tahu cara masuk dan mengotori.

Padahal, daun yang kotor akan mengganggu pemasakan makanan bagi sang tanaman dan kalu itu terganggu “kesejahteraan” dan kelangsungan hidupnya akan terganggu pula.

Membersihkan daun perlu dilakukan dengan cara mengusap daunnya (selama bukan kaktus yah!) dengan lap basah seperti mengelap kaca.

Lagipula, tanaman yang kotor dan berdebu, pastinya tidak akan enak dilihat. Iya kan?

tips merawat tanaman hias dalam ruangan

7) Pot

Bukan hanya tanaman yang penting ketika diletakkan di dalam ruangan. Potnya juga perlu diperhatikan.

Usahakan sesuai dengan mebel dan dekorasi di dalam ruangan.

Selain itu, usahakan juga memakai pot yang diberi tatakan di bawahnya. Terkadang, air yang mengendap, pada saat penyiraman atau ketika penyiraman dilakukan di dalam ruangan, air yang turun bisa membasahi lantai dan mengotorinya. Bahkan, kalau tidak disadari bisa menghadirkan bahaya.

Sebaiknya penyiraman tanaman hias dalam ruangan tetap dilakukan di luar bersamaan dengan saat menjemur, tetapi lebih baik lagi kalau pot yang dipergunakan memiliki tatakan untuk menampung air yang keluar dari pot.

8) Pemupukan

Unsur hara dalam tanah akan berkurang karena disedot oleh tanaman. Sedikit demi sedikit media tanam akan menjadi “kurus” dan kekurangan hara. Oleh karena itu, sama seperti di luar ruangan, tanaman hias indoor pun harus mendapatkan makanan tambahan berupa pupuk.

Hanya, perlu diperhatikan pula agar pupuk yang dipakai selain efektif juga tidak menyebabkan gangguan. Contohnya, memberi pupuk kotoran kambing memang tidak masalah bagi tumbuhan outdoor, tetapi tidak menyenangkan kalau berada di dalam ruangan. Bau saat pembusukannya akan mengganggu kalau tercium.

Pilih pupuk yang tidak akan menyebarkan bau, seperti pupuk NPK butiran yang hanya perlu disebar ke permukaan media tanam saja. Bisa juga pupuk cair yang disemprotkan ke bagian stomata daun.

Masih ada dua tips tambahan, seperti pilih tanaman yang tidak mengundang ulat karena tidak akan menyenangkan kalau ulatnya memilih berjalan-jalan ke luar wilayahnya dan membuat kerusuhan di dalam ruangan. Kemudian, jangan menaruh tanaman hias yang mengandung racun seperti beberapa jenis dalam keluarga diffenbachia yang kalau termakan bisa menyebabkan keracunan, apalagi kalau masih punya anak kecil.

Nah, itulah sedikit tips merawat tanaman hias dalam ruangan (indoor). Tidak sulit sebenarnya, tetapi butuh sedikit ketelitian dan kepekaan terhadap karakter, situasi, dan kondisi dalam ruangan agar bisa mendapat hasil yang maksimal.

Silakan dicoba sendiri.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post