8 Alasan Sepeda Motor Digemari Masyarakat Indonesia

Benarkah kalau sepeda motor digemari masyarakat Indonesia ? Tidak susah untuk menjawab dan memberikan bukti bila ada yang tidak percaya tentang pernyataan itu. Cukup dengan mengajukan data yang diambil dari Biro Pusat Statistik saja.

Silakan lihat screenshoot-nya di bawah ini.

Alasan Sepeda Motor Digemari Masyarakat Indonesia

Benar Anda tidak salah membacanya. Pada tahun 2017, di negara ini tercatat ada lebih dari 113 juta sepeda motor.

Bagaimana pada tahun 2018 ? BPS belum menyediakan data, tetapi penjualan sepeda motor di Indonesia di tahun itu mencapai 7 juta unit. Jadi, kalau ditambahkan, akhir tahun 2018 secara total ada 120 juta unit sepeda motor di Nusantara.

Jumlah yang mendekati 50% dari keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 260 juta-an jiwa, termasuk para bayi dan balita yang belum bisa mengendarai motor.

Bisa dibantah bahwa masyarakat Indonesia menyukai kendaraan roda dua ini? Tidak. Fakta itu menunjukkan kenyataan.

Pertanyaannya, mengapa “seperti” sepeda motor digemari orang Indonesia? Kendaraan ini tidak bisa melindungi ketika hujan turun. Tidak ramah lingkungan juga karena masih menggunakan bahan bakar fosil, bensin.

Lalu, apa alasannya?

Pertanyaannya tentu tidak mudah dijawab dan akan berbeda satu orang dengan yang lainnya. Alasannya tentu juga bukan selalu karena “suka”. Ada alasan logis dan masuk akal dan bukan sekedar kesenangan saja.

1) Transportasi umum yang buruk

Tidak semua wilayah punya MRT (Mass Rapid Transport) atau busway seperti Jakarta. Banyak kota yang masih mengandalkan transportasi konvensional seperti angkot atau angkutan kota. Bahkan, tidak sedikit wilayah yang belum tersedia angkutan umum.

Padahal, kehidupan di zaman sekarang membutuhkan segala sesuatu dilakukan dengan cepat.

Sepeda motor menyediakan sebuah solusi bagi banyak warga yang harus berhadapan dengan buruknya kendaraan umum di wilayah mereka.

2) Terjangkau secara finansial

Harganya jelas lebih rendah dari mobil. Uang yang harus dikeluarkan untuk membeli sepeda motor hanya 1/10 sampai 1/20 harga sebuah mobil di Indonesia.

Jangan bandingkan dengan mobil listrik pertama Porsche, Taycan yang harganya bisa mencapai 100 atau 200 unit sepeda motor.

Ditambah dengan kemudahan yang diberikan banyak institusi perbankan atau keuangan dengan program uang muka rendah dan cicilan sampai 3 tahun.

Semua hal ini memungkinkan bahwa rakyat berpenghasilan minimum pun untuk mencicil dan pada akhirnya memiliki sepeda motor untuk memecahkan masalah transportasi mereka.

Alasan Sepeda Motor Digemari Masyarakat Indonesia

3) Kemacetan

Alasan yang satu ini biasanya di kota besar dimana lalu lintas selalu padat setiap hari dan kemacetan menjadi rutinitas kehidupan sehari-hari, seperti di Jabodetabek.

Sepeda motor memberikan solusi praktis karena bentuknya yang ramping dan kecil.

Faktor ukuran membuatnya bisa masuk ke jalan-jalan alternatif kecil dan tidak mungkin dilalui kendaraan roda empat yang berukuran lebih besar. Ditambah dengan kemampuanya masuk ke celah-celah di antara kendaraan lain di jalan raya membuat sepeda motor menjadi pilihan logis untuk sampai lebih cepat, bahkan dibandingkan dengan angkutan umum sekalipun.

4) Ekonomis

Sekali naik angkot di Kota Bogor, seseorang harus mengeluarkan Rp. 3.500.- . Itu kalau sekali. Mengingat rute angkot tidak selalu langsung ke tempat tujuan, kerap seorang warga Bogor harus berganti 2-3 kali angkot dengan trayek yang berbeda. Artinya 7 sampai 10 ribu rupiah harus keluar dari dompet, untuk sekali jalan saja.

Jika harus PP, ongkosnya berarti 20 ribu rupiah.

Itu kalau satu orang. Bagaimana kalau 2 orang? Ya mudah saja tinggal dikalikan saja ongkos yang harus dikeluarkan setiap hari.

Dengan harga bensin yang hanya 6000-9000 rupiah saja, sebuah sepeda motor bisa menempuh jarak hampir 60 kilometer dan bisa digunakan untuk 2 orang.

Artinya, bepergian dengan si roda dua bermotor itu memberikan keuntungan ekonomis bagi penggunanya.

5) Efisien waktu

Naik Transjakarta memang nyaman, tetapi dengan kemacetan yang parah di Jakarta, bahkan angkutan andalah warga Jakarta itu tetap akan terjebak dalam kemacetan. Waktu terbuang.

Menggunakan mikrolet artiya harus mau pasrah kalau sang supir yang mengejar setoran memilih ngetem sampai penumpang memenuhi kapasitas angkotnya. Paling tidak 10-20 menit harus terbuang untuk itu.

Bandingkan dengan sepeda motor yang sejak berangkat dari rumah sampai ke tujuan tidak harus berhenti untuk hal-hal yang tidak perlu, selain kemacetan.

Sulit untuk tidak menyukai sepeda motor yang memberikan kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih efisien dalam penggunaan waktu.

Alasan Sepeda Motor Digemari Masyarakat Indonesia

6) Status Sosial

Pernah melihat lagi orang berpacaran sambil berboncengan di atas sepeda ? Kecuali di tempat wisata, pemandangan seperti ini sudah sulit ditemukan.

Tetapi, kalau yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor untuk berkencan, susah dihitung.

Mengapa ?

Karena, masyarakat Indonesia yang masih kuat memperhatikan dalam urusan status sosialnya, memiliki kendaraan adalah salah satu bentuk “kesuksesan”.

Sepeda motor kerap merupakan perlambang status sosial minimum dalam masyarakat Indonesia. Kurang dari itu tidak akan heran kalau orang mempertanyakan. Jangan heran juga kalau kemudian cewek gebetan tidak mau diajak berkencan.

Oleh karena itu, banyak orang berlomba untuk membeli sepeda motor karena jarang orang yang mau dipandang rendah oleh orang lainnya.

7) Mudah diurus

Motor Anda rusak ? Tidak usah pusing. Dimanapun ada banyak bengkel sepeda motor baik resmi atau non resmi. Spare part pun tidak sulit untuk didapat.

Apalagi bagi yang suka utak atik mesin, semua bisa dikerjakan sendiri.

Parkir dan penyimpanannya pun mudah, tidak membutuhkan ruang banyak yang sulit ditemukan di perumahan masa kini.

Berbagai kemudahan ini pun memberikan dorongan lebih kepada orang untuk memilikinya.

8) Serba guna

Sepeda motor itu bisa banyak gunanya. Hanya perlu mengembangkan ide sedikit, banyak hal yang bisa dilakukan.

Mau untuk pergi ke kantor, Bisa. Mau untuk berdatang? Bisa. Mau dijadikan transportasi logistik? Bisa juga.

Untuk mudik, jelas sudah terbukti setiap tahunnya. Mau untuk jalan-jalan atau mencari nafkah? Tidak masalah. Hanya butuh sedikit kreatifitas untuk melakukan modifikasi.

Lalu, kenapa harus menggunakan angkutan umum yang tidak praktis?

Alasan Sepeda Motor Digemari Masyarakat Indonesia

Jadi, sangat wajar kalau sepeda motor adalah komoditi yang sangat laris di negara ini. Sama sekali tidak heran.

Terlepas dari berbagai keluhan yang diakibatkannya, seperti suka seenak udelnya sendiri, bikin macet, kerap menimbulkan kecelakaan, sepeda motor memberikan banyak benefit/keuntungan kepada penggunanya.

Tidak bisa disangkal.

Tetapi, bukan berarti penggunaan sepeda motor haruslah diterima begitu saja dan diteruskan sampai berpuluh tahun ke depan. Bagaimanapun, kendaraan roda dua ini tetap merupakan salah satu sumber polutan yang mengotori atmosfer bumi. Karbon monoksida dan karbon dioksida keluar dari knalpotnya.

Keduanya berbahaya bagi manusia dan yang terakhir juga berbahaya karena merupakan gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global.

Apalagi, Indonesia sudah kehabisan cadangan minyak bumi dan harus mengimpor untuk memenuhinya.

Pertambahan jumlah sepeda motor tetap akan membahayakan di masa depan, jika tidak segera dibatasi atau digantikan oleh kendaraan yang lebih ramah lingkungan, seperti sepeda motor listrik.

Tetapi, masalahnya, alasan mengapa sepeda motor digemari oleh masyarakat Indonesia itu banyak. Bisakah kendaraan baru tersebut memberikan keuntungan yang sama bagi penggunanya?

Itu pertanyaannya. Sebab, slogan dan jargon “menjadi orang yang ramah lingkungan” tidak akan pernah cukup.

Iya kan?

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post