15 Masalah Lingkungan Berat Bagi Indonesia

Setiap negara di dunia, pasti dan akan selalu berhadapan dengan berbagai masalah lingkungan. Perkembangan teknologi, pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan pangan, semua akan memberikan dampak terhadap sebuah lingkungan, dan pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah terkait lingkungan hidup yang baru.

Bagi Indonesia, sebagai sebuah negara berkembang, masalah lingkungan menjadi lebih rumit dan kompleks.

Pertambahan penduduk yang pesat setiap tahunnya membuat perhatian banyak pihak lebih terfokus pada usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Skala prioritas pembangunan masih lebih mengedepankan usaha untuk memastikan kesejahteraan rakyat meningkat setiap tahunnya.

Hal itu terkadang menghadirkan kesan bahwa penyelesaian masalah lingkungan di bumi Nusantara masih berada pada peringkat paling bawah dari skala prioritas pembangunan.

Padahal, kalau dilihat lagi, banyak sekali masalah lingkungan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa. Kegagalan dalam mengatasinya bisa menyebabkan timbulnya permasalahan yang lebih besar dan gawat bagi generasi mendatang.

Masalah-masalah itu bisa terangkum dalam beberapa kategori seperti di bawah ini.

Masalah Lingkungan Di Indonesia

1) Kesadaran Masyarakat : Rendah Sekali

Masalah pertama tidak langsung berkaitan dengan lingkungan dalam bentuk fisik atau kejadian, tetapi lebih kepada mentalitas masyarakat terkait lingkungan.

Hal ini menjadi penting karena kunci dari menjaga lingkungan berasal dari kesadaran setiap anggota masyarakat. Semakin tinggi tingkat kesadaran mereka, akan semakin bersih dan terjaga lingkungan.

Sayangnya, kesadaran rakyat Indonesia dalam hal ini masih teramat sangat rendah.

Hal itu bisa tercermin dari sebuah hal umum yang bisa disebut sebagai dasar menjadi masyarakat yang ramah lingkungan, yaitu hal membuang sampah.

Masih umum ditemukan, baik di kota atau di desa, orang membuang sampah bukan pada tempatnya. Sungai, danau, jalanan masih banyak memperlihatkan ceceran atau tumpukan sampah dimana-mana.

Kesemua ini mencerminkan betapa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap lingkungan, masih jauh dari ideal. Masih banyak sekali orang yang tidak bisa melakukan tindakan sederhana yang seharusnya dilakukan dengan alasan apapun.

Pendidikan seperti tidak bisa membangun mentalitas ramah lingkunan dalam diri banyak orang Indonesia. Ditambah lagi dengan penerapan hukum dan aturan yang masih sangat minim.

Semua itu berujung pada rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam hal ini.

Jangankan berbicara tentang perubahan iklim dan pemanasan global, meminta masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saja, susahnya bukan main.

Ini adalah masalah lingkungan yang paling berat yang harus dipecahkan oleh bangsa Indonesia. Merubah mindset, pola pikir, dan kesadaran.

Masalah Lingkungan Besar Yang Dihadapi Indonesia
Tumpukan sampah di salah satu sisi Sungai Ciliwung, Bogor

2) Penegakan Hukum Yang Tidak Tegas

Kesadaran tidak bisa ditunggu, tetapi harus dibangun. Salah satu cara paling efektif untuk melakukannya adalah dengan “memaksa” sehingga pada akhirnya rasa jera akan membentuk sebuah kebiasaan dan membangkitkan kesadaran.

Indonesia sudah memiliki banyak peraturan terkait lingkungan, salah satu yang paling sederhana adalah tentang membuang sampah sembarangan. Dalam aturan ini sudah ditetapkan sanksi dan hukuman yang diterima oleh pelanggarnya.

Tetapi, mengapa sungai-sungai di Indonesia masih penuh dengan sampah? Mengapa Kali Jambe di Bekasi memiliki “pulau sampah” ?

Ada banyak alasan, tetapi salah satu yang pasti adalah karena disana hukum gagal ditegakkan. Masyarakat tidak takut akan konsekuensi dari membuang sampah sembarangan atau ke sungai karena toh selama ini tidak ada hukuman yang diterima oleh para pelakunya.

Kegagalan dalam menegakkan berbagai hukum terkait kebersihan lingkungan seperti menjadi sinyal bahwa hal itu “diperkenankan” selama tidak terekspos.

Ini adalah masalah lingkungan berat kedua bagi Indonesia. Masih bahkan belum menyentuh bentuk masalahnya, tetapi merupakan kunci utama dari berbagai masalah lingkungan lain yang ada di negara ini.

Tanpa adanya upaya penegakan hukum yang rutin, konsisten, dan tegas, problem lingkungan tidak akan terselesaikan.

3) Polusi Udara

Kualitas udara di Jakarta merupakan yang terburuk ke-1 di dunia menurut Airvisual beberapa waktu yang lalu. Kondisi udara di ibukota masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi yang sama sebenarnya banyak terjadi di berbagai kota besar lain di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, dan seterusnya.

Kegemaran orang Indonesia menggunakan kendaraan pribadi merupakan salah satu penyebabnya. Tercatat ada lebih dari 113 juta sepeda motor beroperasi pada tahun 2017 dan pertumbuhan setiap tahunnya mencapai 7 juta unit.

Belum ditambah dengan lebih 1 juta unit mobil terjual setiap tahunnya.

Semua berkontribusi besar terhadap masalah lingkungan dalam bentuk pencemaran udara yang semakin membahayakan di Indonesia. Asap dan gas buangan dari kendaraan bermotor yang berbahan bakar “fosil” ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, selain mempengaruhi iklim karena asap knalpot melepaskan gas rumah kaca, seperti karbondioksida ke atmosfer.

Tambahkan lagi dengan perkembangan industri yang tidak sedikit melepaskan asap mengandung partikel-partikel dan gas berbahaya ke udara.

Maka, hasilnya adalah sebuah masalah lingkungan yang besar untuk dipecahkan.

4) Sampah

Masalah lingkungan yang satu ini memang terjadi di semua negara. Bukan hanya Indonesia. Tetapi, banyak negara maju setidaknya sudah cukup maju dalam hal penanganan sampah.

Salah satu contohnya adalah Swedia, yang bahkan sekarang dikenal sebagai negara pengimpor sampah karena masyarakatnya rajin menerapkan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan Indonesia. Permasalahan sampah masih sangat berat untuk diatasi karena hampir di semua lini, masalah masih belum terpecahkan, seperti :

  • Masyarakatnya kurang sadar lingkungan dan gemar membuang sampah sembarangan
  • Pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan pada sistem Sanitary Landfill yang pada akhirnya menjadi sumber gas metana, salah satu gas berbahaya karena menghasilkan efek rumah kaca dan gas paling bertanggung jawab terhadap pemanasan global

Sebuah PR berat bagi bangsa Indonesia untuk memecahkan masalah lingkungan yang satu ini. Butuh kesadaran dari semua pihak untuk bisa memecahkannya, selain butuh modal untuk membangun peralatan untuk memusnahkan sampah yang setiap hari terus menumpuk di segala penjuru Indonesia.

5) Banjir

Masalah Lingkungan Berat Yang Dihadapi Indonesia
Ilustrasi

Banjir merupakan pertanda bahwa ada yang salah karena air meluber ke luar dari tempat yang seharusnya, seperti sungai, selokan. Bagaimanapun air membutuhkan “jalan” untuk mencapai tujuan akhirnya, yaitu laut. Dan, ketika air tidak menemukan jalannya, maka ia akan melewati jalan manapun untuk mencapai tujuan akhirnya, termasuk kalau harus masuk ke pemukiman manusia dan membuat susah penghuninya.

Banjir juga merupakan pertanda ada yang salah dalam hal penanganan lingkungan karena berarti tidak tersedia saluran air yang mencukupi agar air tidak mengganggu manusia. Mengapa volume air bisa berlimpah dalam waktu yang pendek juga merupakan pertanyaan yang harus dijawab?

Bukan sebuah hal yang mudah dipecahkan.

Ketika seorang pejabat pemerintah yang seharusnya menemukan solusi bagi masalah yang satu ini, tetapi kemudian hanya berucap ” Dari dulu juga banjir”, maka berarti masalah lingkungan yang satu ini belum terpecahkan.

Sayangnya, di Indonesia ternyata banyak ditemukan kejadian banjir. Bukan hanya Jakarta, tetapi juga kota lain, dan sedihnya, ada pejabat negeri yang ternyata mengeluarkan pernyataan seperti itu

PR yang teramat sangat berat bagi generasi mendatang.

6) Pencemaran Tanah

Sistem sanitary landfill yang dipergunakan Indonesia dalam mengelola sampah bukan tanpa kelemahan. Proses pembusukan dan penguraian pada sampah akan menghasilkan cairan atau partikel-partikel berbahaya yang akan merembes ke tanah sekitarnya.

Meski, dalam lingkup yang terbatas, hasilnya adalah pencemaran terhadap tanah.

Kebiasaan masyarakat Indonesia membuang sampah tidak pada tempatnya juga memberikan efek yang sama. Sampah yang berserakan akan membusuk dan menghasilkan polutan pencemar tanah.

Apalagi, banyak di dalam sampah sehari-hari terbuat dari bahan-bakan kimia berbahaya, seperti plastik atau baterai, yang sebenarnya membutuhkan perlakuan khusus ketika dibuang.

Itu hanya sebagian.

Hal lain lagi yang kerap tidak disadari dan dianggap normal adalah penggunaan pestisida dan pupuk yang berlebihan. Tujuannya memang untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi jika dilakukan secara berlebihan, hasilnya justru akan menjadi masalah karena residunya akan mencemari tanah.

Masalah lingkungan ini menjadi semakin berat untuk dihadapi karena banyak industri secara diam-diam tidak mengelola limbahnya dengan baik dan membuangnya begitu saja secara serampangan.

Bukan problem yang mudah untuk dipecahkan mengingat begitu masifnya hal-hal seperti ini terjadi di negara ini.

7) Pencemaran Sungai

Berita hari ini (saat tulisan ini dibuat) di harian DETIK memberikan sebuah contoh nyata betapa tercemarnya sungai di Indonesia. (Baca : Pencemaran Parah ! Air Bengawan Solo Hitam Pekat Dan Berbau Busuk – Detik)

Hanya satu dari sekian banyak kondisi yang dialami oleh banyak aliran sungai di Indonesia.

Berkembangnya pemukiman dan industri di sepanjang Daerah Aliran Sungai merupakan salah satu penyebab makin luasnya pencemaran sungai di Indonesia.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, menyebabkan masih banyak dari mereka yang tanpa merasa bersalah memperlakukan sungai sebagai sebuah tong sampah raksasa. Belum lagi, para pelaku industri yang banyak melakukan hal ilegal demi menghemat biaya produksi membuang limbah ke dalam aliran sungai, seperti yang baru-baru ini terjadi di Bandung.

Pencemaran sungai merupakan salah satu masalah kompleks dan rumit yang harus dihadapi dan diselesaikan karena hal ini menyangkut kehidupan manusia juga. Air minum dan air bersih yang dialirkan ke rumah-rumah mayoritas bersandar pada sungai.

Masalah Lingkungan Berat Bagi Indonesia

8) Penyempitan DAS (Daerah Aliran Sungai)

Setiap tahun, Jakarta panggung yang mempertunjukkan fakta dari hasil penyempitan DAS atau Daerah Aliran Sungai. Banjir yang rutin mengunjungi ibukota merupakan salah satu bentuk akibat semakin berkurangnya ruang yang bisa dipergunakan air untuk mengalir ke lautan.

Pendirian bangunan di sepanjang aliran sungai antara kawasan penyangga Jakarta, seperti Bogor banyak menyebabkan terjadinya penyempitan aliran sungai di sana-sini.

Hal itu memperbesar potensi terjadinya bencana dan sudah terbukti sejak puluhan tahun lalu.

Tanpa melakukan pembenahan terhadap kondisi di berbagai aliran sungai, masalah banjir akan menjadi ritual tahunan yang tak terelakkan.

Bila ditambah dengan kurang pedulinya masyarakat terhadap lingkungan, hasilnya bisa menjadi lebih berbahaya mengingat tumpukan sampah yang dibuang para penghuni di pemukiman sepanjang kali akan menjadi penghambat aliran sungai.

9) Sumber Energi

Jumlah penduduk Indonesia di tahun 2019 mencapai 260 juta jiwa dan diperkirakan 10-15 tahun ke depan angkanya bisa menembus 300 juta jiwa.

Sebuah jumlah yang luar biasa besar.

Dan, pastinya akan membutuhkan banyak energi untuk menjalani kehidupan mereka setiap hari. Di masa sekarang, padamnya aliran listrik saja sudah bisa menghambat banyak hal. Kelangkaan BBM menimbulkan kerusuhan dan kekacauan dimana-mana.

Sayangnya, sejauh ini Indonesia masih bergantung pada sumber energi yang berasal dari fosil, seperti minyak bumi dan batubara. Padahal, Indonesia tidak memiliki cadangan minyak bumi yang bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya akan energi dan harus mengimpornya dari negara lain.

Belum ditambah dengan kenyataan bahwa penggunaan batubara dan minyak bumi sangat tidak ramah lingkungan mengingat polusi udara yang disebabkannya.

Indonesia harus memecahkan masalah yang satu ini jika tidak ingin suatu waktu kekurangan energi yang justru bisa menghambat perkembangan negara ini. Pembangunan berbagai sumber energi alternatif harus menjadi prioritas sebelum semua cadangan minyak bumi dan batubara terkuras habis dan Indonesia harus bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan akan energinya.

10) Abrasi Air Laut

Banyak pulau-pulau kecil Indonesia hilang karena abrasi air laut. Sesuatu yang sangat berbahaya karena bila terjadi pada pulau terluar di wilayah Indonesia bisa menyebabkan hilangnya pulau sebagian wilayah Indonesia jika dilihat dari hukum internasional.

Tetapi, yang lebih terasa langsung bagi masyarakat adalah tergerusnya bagian daratan karena tersapu ombak. Banjir rob pun mulai banyak terjadi di banyak kawasan pantai di negeri ini.

Salah satu penyebabnya adalah hilangnya penahan alaminya, yaitu hutan mangrove atau hutan bakau.

Baca : Manfaat Hutan Bakau (Mangrove)

Masalah lingkungan yang satu ini menjadi salah satu problem yang membutuhkan solusi bila tidak ingin timbul masalah yang lebih besar lagi terjadi.

11) Rusaknya Ekosistem Laut

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki laut yang luas dan kaya dengan ikan dan berbagai hal lainnya.

Sayangnya, pemanfaatan yang tidak bijaksana, seperti penangkapan ikan dengan bom atau penggunaan pukat harimau telah menghancurkan banyak terumbu karang dan mengurangi kekayaan laut Indonesia.

Padahal, terumbu karang berperan penting dalam kehidupan ekosistem laut karena menjadi rumah bagi banyak makhluk laut, terutama ikan.

Penelitian LIPI menunjukkan bahwa 1/3 terumbu karang di laut Indonesia berada dalam kondisi yang sangat tidak baik.

Pencemaran laut pun banyak terjadi, seperti tumpahan minyak mentah menambah besar kerusakan yang terjadi pada ekosistem laut.

Masalah Lingkungan yang harus ditemukan solusinya

12) Kabut Asap

Saat tulisan ini dibuat, pemerintah daerah Riau meliburkan sekolah disana akibat kabut asap yang semakin tebal dan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bukan yang pertama kali terjadi karena sejak 10 tahun terakhir masalah kabut asap yang diakibatkan oleh pembakaran hutan sudah menjadi momok bukan haya di wilayah Indonesia saja. Negara tetangga, Malaysia dan Singapura pun merasakan imbasnya akibat asap yang terbawa angin masuk ke wilayah mereka.

Bila masalah lingkungan yang satu ini terus berlanjut, tentunya akan membawa dampak yang sangat tidak baik bagi kehidupan rakyat Indonesia di wilayah yang terkena. Hal ini juga memperburuk nama Indonesia di mata dunia.

13) Penggundulan Hutan

Hutan adalah paru-paru dunia yang berperan menjaga siklus perputaran udara di atmosfer. Kawasan ini juga memiliki banyak fungsi lainnya, seperti pencegah erosi, banjir, dan masih banyak lagi manfaat hutan lainnya.

Sayangnya, menurut data setiap tahunnya Indonesia kehilangan hutan sebanyak lebih dari 600 ribu hektar. Salah satu penyebabnya adalah pembalakan liat atau illegal logging.

Hal ini tentu bukanlah hal yang bagus mengingat peran hutan sangat krusial bagi pencegahan pemanasan global dan mengurangi efek rumah kaca. Belum ditambah perannya sebagai salah satu faktor pengatur iklim.

Kehilangan ratusan ribu hektar merupakan hal yang sangat buruk

14) Terancam Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Tahukah Anda bahwa Indonesia adalah negara yang menempati peringkat kedua sebagai negara yang paling banyak memiliki spesies hewan yang terancam kepunahan. Data ini dilansir dari IUCN baru-baru ini.

Paling tidak 583 spesies hewan yang terancam menghilang dari bumi.

Posisi Indonesia hanya bisa dikalahkan oleh Meksiko yang memegang angka 666 spesies terancam.

Bukan sebuah hal yang bagus mengingat suatu waktu, anak cucu kita tidak akan bisa melihat dan mengenal spesies-spesies tersebut.

Masalah ini terjadi karena banyaknya terjadi penggundulan hutan demi kepentingan ekonomi dan pemukiman.

15) Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Masalah lingkungan yang satu ini adalah masalah dunia, bukan hanya Indonesia. Penyebabnya merupakan akumulasi dari semua negara.

Pemanasan global sudah terlihat dengan semakin meningkatnya permukaan bumi akibat semakin rusaknya lapisan ozone karena pencemaran udara. Penumpukan gas-gas rumah kaca, seperti metana dan karbondioksida juga menghasilkan efek rumah kaca dan memanaskan permukaan bumi.

Efeknya sagat fatal karena bisa menyebabkan mencairnya es-es di kutub bumi dan ujung menaikkan permukaan laut. Banyak wilayah akan terendam oleh air laut jika hal seperti ini terjadi.

Memanasnya suhu permukaan bumi pun membawa perubahan pada iklim yang ada di bumi. Hal tersebut bisa terlihat dengan iklim yang tidak menentu di berbagai belahan bumi.

masalah lingkungan di Indonesia

Banyak dan berat.

Pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan sendiri dan akan butuh bantuan rakyatnya untuk memastikan bahwa masalah lingkungan itu bisa terpecahkan dengan baik.

Bagaimanapun, memecahkan masalah lingkungan adalah tanggung jawab setiap manusia di bumi, bukan hanya pemerintah.

Pemerintah bisa membuat peraturan, tetapi tidak akan ada gunanya kalau rakyatnya tetap egois dan tidak peduli, serta tidak mau melakukan upaya untuk membantu menjaga lingkungan.

Semua masalah ini adalah masalah bagi Indonesia, sebagai bangsa dan negara, sekaligus sebagai bagian dari umat manusia.

Oleh karena itu peran serta semua orang , dalam bentuk apapun akan sangat berguna untuk memastikan semua ini terpecahkan dan tidak menjadi bencana di kemudian hari.

Share tulisan ini untuk membantu lingkungan

admin

Related post